Rabu, 11 September 2024

ke(m)bali?

 Di pemberhentian kesekian

Aku ingin tenggelam di kotamu yang dalam, bersama suasana kesepian

Diantara tangan-tangan yang bersembunyi dalam kelam.

Disaat kepergianmu Berhasil membentur tubuhku hingga nyaris retak,

Tiada lagi raut yang menjadi bisu akibat kata yang berubah

Menjadi metafora yang sedikit menggertak.

 Aku tak mau itu terulang.

Seketika, mataku menjadi gedung arsip atas keajaibanmu.

 Dan telingaku, menjadi gedung arsip atas cerita megahmu.

 Istimewa kamu memang, ucapku

Aku ingin kita saling berbicara dengan wajah yang

Terjerembab dalam diam, berdua, di Bali yang

Menyenangkan dan mulai menua.

Semoga ada waktu untuk kembali dan menetap, di Bali bersama orang yang ku cintai.


TUGAS PAK TIAR